Cerita Ray
BerandaTugas KuliahArtikel BebasTutorialTips & Trick
Cerita Ray
Beranda > Tugas Kuliah > gerbanglogika
Gerbang Logika

Gerbang Logika

Ray Ramadita

Ray Ramadita |

22 Nov, 2022

Gerbang - gerbang logika dasar adalah bagian dari rangkaian digital. Gerbang dasar logika memiliki 3 gerbang utama yaitu AND, OR, dan NOT. Gerbang lain seperti NAND, NOR, XOR, dan XNOR merupakan turunan dari gerbang - gerbang utama.

Gerbang AND

Merupakan rangkaian elekntronik yang mengeluarkan daya voltase tinggi (1) jika semua inputnya bernilai 1. Tanda titik (.) digunakan untuk menunjukan operasi gerbang ini. Contoh Q = A . B = A AND B.

Gerbang OR

Berbeda dengan gerbang sebelumnya, gerbang ini akan mengeluarkan daya voltase tinggi (1) jika salah satu inputnya bernilai 1. Tanda tambah (+) digunakan untuk menunjukan operasi pada gerbang ini. Contoh Q = A + B = A OR B.

Gerbang NOT

Gerbang ini dikenal juga sebagai gerbang inverter atau gerbang kebalikan. Gerbang ini akan menghasilkan keluaran kebalikan dari nilai inputan. Jika diinputkan 1 maka keluarannya 0, begitupun sebaliknya. Simbol yang menunjukan operasi pada gerbang ini adalah "NOT", " ' " (invers) atau yang lainnya. Contoh A' = NOT A.

Gerbang NAND (NOT AND)

Merupakan rangkaian elektronik yang menggabungkan gerbang AND diikuti gerbang NOT. Pada dasanya gerban ini merupakan kebalikan dari gerbang AND. Lingkaran kecil pada sisi keluaran gerbang ini menunjukkan logika inversi (NOT). Keluaran dari gerbang ini akan bernilai 1 jika salah satu masukannya bernilai 0. Contoh Q = NOT (A AND B) = A NAND B.

Gerbang NOR

Gerbang ini merupakan pengembangan dari gerbang OR. Sama seperti gerbang NAND, gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR. Lingkaran kecil pada sisi keluaran gerbang ini menunjukkan logika inversi (NOT). Keluaran dari gerbang ini akan bernilai 0 jika salah satu masukannya bernilai 1. Contoh Q = A NOR B.

Gerbang XOR

XOR merupakan singkatan dari Exclusive OR. Gerbang ini akan mengeluarkan nilai 1 jika salah satu, tapi tidak keduanya, masukannya bernilai 1 atau dengan kata lain jika masukannya berlogika sama (1 dengan 1) maka akan menghasilkan 0, jika masukannya berlogika beda (1 dengan 0) maka akan bernilai 1. Simbol ⊕ digunakan untuk menunjukkan operasi gerbang ini. Contoh Q = A ⊕ B = A Exclusive OR B.

Gerbang XNOR

Singkatnya, gerbang ini merupakan kebalikan dari gerbang XOR. Akan mengeluarkan nilai 0 jika salah satu, tapi tidak keduanya, masukannya bernilai 1. Contoh Q = A XNOR B = NOT (A ⊕ B).

Referensi:

Sugiartowo, S., & Ambo, S. N. (2018). Simulasi Rangkaian Kombinasional Sebagai Media Pembelajaran Sistem Digital Pada Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.  Prosiding Semnastek

Abdurohman, M. (2017). Organisasi dan Arsitektur Komputer edisi Revisi Keempat. Informatika Bandung

Thumbnail from pngitem.com

Ray Ramadita

Ray Ramadita

FullStack Developer

Undergraduate student at the Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati that focused on Full-Stack development.

Related Posts

Categories